Senin, 20 Februari 2012

sulitkah kita bersyukur,......


 
masih sulitkah kita bersyukur, setelah ini?



Dimanapun kalian berada, untuk sejenak mari kita merenung dan meresapi kehidupan yang telah kita dapatkan saat ini. Sudahkah kita bersyukur atas segala yang telah kita miliki dan nikmati hari ini?

Mari kita perhatikan dengan seksama beberapa keadaan dibawah ini, lihat dan rasakanlah dengan hatimu . . . . .


Jika kita memiliki Gedung yang tinggi, Apartement mewah,
coba lihatlah mereka.

 sulitkah kita bersyukur



Jikalau kita kira pekerjaan kita memuakan,
bagaimana dengan dia?

 sulitkah kita bersyukur



Jikalau kita kira gaji kita rendah, bagaimana dengan dia?


 sulitkah kita bersyukur


masihkah kita bermalas-malasan?


 sulitkah kita bersyukur



Seorang sahabat adalah siapapun!


 sulitkah kita bersyukur




Jikalau kita kira belajar adalah membosankan
bagaimana dengan dia ?

 sulitkah kita bersyukur



Ketika kita merasa putus asa,
mari sejenak kita berfikir tentang pria ini ?


 sulitkah kita bersyukur


masihkah kita bermalas-malasan?


 sulitkah kita bersyukur





Jika kita sering “ngedumel” tentang sistem transportasi yang ada saat ini. Bagaimana dengan mereka?


 sulitkah kita bersyukur




Dahulu di saat kita kecil dimanja dan di sayang,
Bagaimana dengan dia? Nampak manjakah dia?

 sulitkah kita bersyukur



Kita sering mengeluh tentang makanan yang sedang kita santap,
bagaimana dengan dia?
 sulitkah kita bersyukur





Masihkah kita berfikir untuk membentak dan melawan ibu kita?


 sulitkah kita bersyukur



Sudahlah kita mengasuhnya dengan baik, toh pada akhirnya kelak kita akan seperti dia, tua, renta dan pikun?

 sulitkah kita bersyukur




 sulitkah kita bersyukur


 sulitkah kita bersyukur


 sulitkah kita bersyukur




 sulitkah kita bersyukur




 sulitkah kita bersyukur




 sulitkah kita bersyukur





 sulitkah kita bersyukur


 sulitkah kita bersyukur








Sahabat . . .
bersyukurlah dengan apa yang kita dapat saat ini . . . .
dan smoga renungan yang sedikit ini dapat membawa kita semua kepada
Pemberi Nikmat yang sesungguh’Nya !
yang senantiasa kita naifkan, lupakan dan abaikan . . .

Amin . . . .





sumber:www.kaskus.us

Tidak ada komentar:

Posting Komentar